5+ Cara Mengatur Keuangan Serta Materi Penerapan



startusaha.com- Menghmat bukan berarti kere, justru dengan mengenali cara mengatur keuangan alias menghemat, tentu saja anda dapat dengan mudah mempersiapkan segala kebutuhan terkait dengan kebutuhan di masa mendatang.


Masih ingat kah? Dahulu kala saat anda masih duduk di bangku SD, mungkin anda pernah di ajarkan tentang kata-kata yang sangat-sangat fenomenal.

Yaitu...



“Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”




Dua kalimat tersebut tentu sudah tidak asing lagi di telinga bukan? Tapi yang jadi masalah, masih sedikit di antara banyak orang yang belum bisa mencerna kata-kata tersebut dengan baik, atau lebih tepat masih banyak orang yang belum bisa mengelola keuangan.

Kembali ke topik.


Bagaimana cara mengatur keuangan?





aturduit.com


Jawabannya adalah memiliki tekad dan tujuan untuk merancang masa depan. Itu saja poin penting yang harus dipikirkan.


Karena apa......?


Materi mah pasti sudah pada paham, yang sulit itu justru adalah pelaksanaannya.


Nah, di situs ini anda akan belajar materi kunci sukses mengatur keuangan keluarga serta tata cara pelaksanaan yang terbagi menjadi beberapa panduan.





Kenali Masa Hidup Manusia


Lho, ko tidak nyambung...?


Harap tenang, seperti yang saya singgung di atas tadi, materi mah sekali lagi gampang dipahami, ada banyak materi tentang cara mengatur keuangan. Baik itu di situs ini, atau pun di google dot com. Nah, jika anda berbicara dengan mentor yang mengajarkan cara mengelola keuangan, palingan anda hanya menganggukkan kepala sambil bilang Ya. Padahal, belum tentu anda bisa menerapkan materi tersebut dengan baik.



Agar anda tidak buang-buang waktu, setidaknya anda butuh pemicu atau penyemangat utama agar materi yang anda pahami bisa segera di terapkan. Yaitu dengan cara mengenali terlebih dahulu tentang pola hidup atau masa-masa hidup manusia secara umum. Berikut gambarannya.




• Usia 17-25 Masa Kere
Di ambil dari beberapa pengalaman dan referensi dari lapangan, pada usia 17 sampai dengan 25 itu cenderung boros dan sama sekali belum bisa berfikir banyak mengenai masa depan. Bisa di bilang, ini merupakan masa-masa kere seseorang.


Bukan hanya boros dalam hal pengeluaran, usia 20an biasanya kurang begitu agresif dan terkesan santai dalam menjalankan tugas. Entah itu tugas apapun. Padahal, jika pada masa-masa tersebut di manfaatkan sebaik mungkin, bisa saja pada usia 30-an anda sudah masuk jajaran orang sukses di usia muda.


Jika saat ini anda berada di zona tersebut, berarti anda merupakan orang beruntung dan calon orang sukses, amin. Karena pada usia krusial ini, biasanya kebanyakan anak muda akan malas membaca tutorial seperti artikel ini.


Bagi anda yang berusia di 18 hingga 25-an, mulai sekarang, persiapkan mental dan segala sesuatu terkait dengan mengelola keuangan. Jangan terlalu boros, jangan bodoh tertipu Hawa nafsu. Karena sebentar lagi, anda akan memasuki fase babak baru yang dikenal dengan masa produktif.




Usia 23-40 Masa Produktif

Tujuan utama anda adalah me-manage keuangan sebaik mungkin agar di masa tua nanti anda tidak perlu repot-repot mengurus perusahaan atau pun bisnis yang di jalankan.


Jika saat ini anda berada di zona tersebut, ingat anda hanya punya waktu sekitar -+ 15 tahun untuk memanfaatkan waktu atau masa produktif tersebut dengan baik. Bayangkan, usia 24 hingga 40 itu adalah masa-masa emas yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.


Pada kisaran umur tersebut, umumnya jiwa raga masih kuat, sehat, kebutuhan belum begitu menuntut, serta paling penting umuran tersebut sangat ideal untuk bekerja keras dan pintar-pintar menabung.


Mulai saat ini, buatlah target dari sisa waktu yang ada untuk menabung atau menyisakan sedikit saja dari penghasilan utama. Sebab jika di nanti-nantikan, mau mulai kapan? Tak lama lagi akan masuk segera zona menikmati. Untuk lebih detail tentang cara menabung, materinya ada di bagian bawah.




• Usia 40-50 Masa Menikmati



Nah, pada usia yang menginjak 40 ke-atas, sebenarnya ini bukan lagi waktu yang tepat untuk bekerja keras. Justru pada umuran tersebut adalah waktunya untuk menikmati hasil jerih payah pada usia muda.



Alasannya cukup jelas, ada beberapa faktor yang akan menghambat untuk tidak produktif lagi seperti muda. Misalnya, pada kisaran usia tersebut tenaga akan berkurang, bahkan sering sakit-sakitan, dan beberapa faktor tak terduga lainnya.



Apakah anda mau, di penghujung waktu yang harusnya masa untuk bersantai malah sebaliknya?


Panduan Penerapan Cara Mengatur Keuangan Pribadi



Mendata Contoh Tabel Perencanaan Keuangan Keluarga

Buatlah data sederhana terkait dengan apa saja pengeluaran rumah tangga. Sebagai gambaran umum, disini kita akan mengambil contoh beberapa kebutuhan pokok yang terbagi menjadi beberapa kebutuhan. Salah satunya adalah daftar di bawah. 



Daftar Data Pengeluaran Keuangan Umum



√ Biaya Penggeluran Pokok Harian

√ Biaya Tagihan Listrik

√ Biaya Pendidikan Anak

√ Biaya Kesehatan

√ Biaya Uang Jajan

√ Biaya Tak Terduga



Kesemua data pengeluaran diatas haruslah memiliki porsi cadangan dana masing-masing, tujuannya adalah agar tidak mengganggu keuangan atau modal utama.





Hitung- Hitungan

Sekarang, mari kita hitung-hitungan. Disini admin asumsikan anda memiliki penghasilan total perbulan Rp 4.000.000 kotor.


Sebagai hitungan awal, kita ambil uang bensin perhari 1 liter dengan harga 10.000, misalnya. Dikalikan satu bulan sama dengan Rp 300 ribu, berarti sisa dari 4 juta adalah 3,7 juta. Dari 3,7 juta kemudian di ambil kembali biaya pulsa listrik misalnya Rp 50 ribu per bulan, jangan anggap remeh, pulsa listrik itu adalah kebutuhan pokok.



Nah, jadi penghasilan bersih anda dalam sebulan adalah 3,65 juta. Jangan anggap genap 4 juta, karena ini akan mempengaruhi pola pikir anda sendiri.


Kemudian anda di tuntut untuk mengelola keuangan 3,65 juta tersebut dengan baik. Bagaimana cara mengatur keuangan dengan gaji 3 jutaan?


Kita hitungan-hitungan lagi. Ini merupakan poin penting yang harus di terapkan. Terkait dengan cara mengelola keuangan keluarga dengan penghasilan 4 juta. Yaitu usahakan untuk mengeluarkan kebutuhan pokok harian 100 ribu saja per harinya.


Resiko dapur, uang jajan anak sekolah, uang jajan ibunya sendiri, uang rokok kopi, admin asumsikan mencapai 100 ribuan per hari, berarti dalam sebulan mencapai 3 juta.


Dari penghasilan bersih Rp 3.650.000 ternyata masih ada sisa 650 ribu per bulan. Disini saya tekankan, sekali lagi ini hanyalah contoh. Kadang dalam hitungan pengeluaran anda sendiri, bisa saja hasilnya berbeda.




Kiat-kiat Mengatur Sisa Pengeluaran



Sisa yang 650 ribu tadi, kemudian simpanlah sebijak mungkin. Nah anda dapat menyelipkan untuk berbagai kebutuhan. Seperti menyisakan yang di khususkan untuk biaya pendidikan, biaya tak terduga, biaya kesehatan, serta biaya yang di khususkan untuk kebutuhan hari tua nanti.



Buatlah cadangan dana masing-masing kebutuhan dari sisa keuangan per bulan. Ingat, simpanlah sebagian kecil saja dari sisa keuangan.




Contoh Cadangan Biaya:


• Biaya di hari tua 10.000 per bulan.

• Biaya Pendidikan Anak 10.000 per bulan

• Biaya Kesehatan 10.000 per bulan

• Biaya tak terduga 10.000 per bulan

• Biaya Tertentu 10.000 per bulan



Anda hanya perlu konsisten menyimpan uang 50.000 saja per bulan dari sisa 650 ribu sebagai uang yang di lupakan, maka dalam hitungan tahun anda memiliki 600.000 simpanan dingin.



Untuk lebih rinci, silahkan hitung-hitungan sendiri dan sesuaikan sebisa mungkin karena ini adalah contoh panduan saja.





Tips Memulai


1. Pertahankan Modal Pokok

Mempertahankan modal pokok maksudnya adalah sebisa mungkin usahakan untuk mendata pengeluaran seperti contoh di atas. Namun selalu usahakan agar tidak melebar.




2. Buatlah Simpanan Tabungan



Anda dapat menabung di bank atau di investasikan pada barang-barang berupa emas atau di pinjamkan pada orang-orang terpercaya.




3. Berusaha Konsisten


Selain itu, berusahalah untuk konsisten alias tidak mudah goyah pada suatu keadaan. Agar semuanya berjalan sesuai tujuan anda masing-masing.




4. Selalu Ingat Selagi Ada Kesempatan

Selalu ingat, selagi ada kesempatan, selagi masih muda selagi masih sehat, serta selagi masih di percaya untuk berjuang. Karena setiap manusia tidak akan tahu seperti apa hari-hari berikutnya.




5. Start Mulai



Tips terakhir, segera mulai dari sekarang. Jangan buang-buang waktu lagi. Semoga bermanfaat, sukses selalu buat anda.



Related Posts

Comments