Mengenali E-money Untuk Transaksi Digital Di Era Milenial



startusaha.com – Ketika menulis mengenai pertumbuhan teknologi, jujur saja mimin sering di buat bingung sendiri tanpa mengetahui bagaimana ini bisa terjadi. 


Yaps…..

Tercatat mulai dari dua dekade terakhir, teknologi begitu cepat berinovasi. Mengubah gaya hidup, pola pikir, bahkan bisa merubah karakter manusia itu sendiri berkat kecerdasan buatan yang mereka sendiri ciptakan dalam bentuk bot.

Startusaha
startusaha.com

Khususnya di Indonesia, akhir-akhir ini orang-orang kembali di mudahkan dengan kecanggihan teknologi berupa Uang Elektronik ( E-Money ) sebagai salah satu alat / instrumen pembayaran.


Contohnya dalam urusan belanja, membayar tol, tiket kereta api, dan masih banyak lagi, kita tidak perlu repot-repot lagi membawa sejumlah pecahan uang untuk bertransaksi. Khususnya untuk bertransaksi dengan toko e-commerce luar negeri atau toko online dalam negeri.


Lebih mudah, kredibel, serta aman dari gangguan kecopetan. Bukan begitu bro?


Itu dia keuntungan yang akan anda dapatkan jika menggunakan e-money sebagai alat pembayaran.


Yang jadi masalah...

Apa pasar Indonesia sudah cukup siap untuk beralih menggunakan e-money?


Sampai saat artikel ini ditulis pun, admin pikir pasar Indonesia belum sepenuhnya siap.


Penggunaan uang elektronik di Indonesia sendiri masih dalam skala kecil dan banyak digunakan oleh kalangan kelas menengah atas saja.


Bahkan mungkin, masih banyak rakyat indonesia yang gagal paham dengan E-money atau uang digital ini secara menyeluruh.




Perhatikan baik-baik tentang e-money lebih rinci



Apa itu E-money?

Seperti telah disebutkan di atas, E-money adalah uang digital, bisa di sebut juga uang elektronik. Sama halnya dengan uang tunai, bisa digunakan untuk alat pembayaran.


Tapi sesuai dengan namanya e-money, penggunaan nya akan selalu terkait dengan elektronik itu sendiri seperti internet, komputer, EDC, dan server. Makanya dinamakan Electronic Money.


Meski di negara kita sendiri belum begitu populer di kalangan masyarakat, sebagai orang yang hidup di era milenial ini, tentu saja anda perlu mengetahui lebih banyak mengenai uang digital.


Alasannya tentu saja sangat memungkinkan jika di masa depan atau tahun 2030 nanti, uang kertas akan ditinggalkan dan di gantikan dengan uang elektronik ini.


Karena jika melirik lebih jauh, kebanyakan uang di dunia secara global sekarang ini adalah uang digital.


Sampai disini mungkin anda akan bertanya


Jika E-money merupakan Uang, lalu bagaimana dengan nilai?



Untuk masalah nilai, e-money memiliki nilai tersimpan ( stored-value ) atau prabayar ( prepaid ) yang tersimpan dalam satu media elektronik yang memiliki perbedaan.


Contoh: E-money di terbitkan oleh penyedia ( Perbankan ) atas dasar nilai uang yang admin setorkan kepada penerbit.


Lebih lanjut….

Misalnya mimin menyetor dalam arti top up, sebesar 1 juta rupiah kepada Bank BCA sebagai penerbit uang elektronik ini. Maka admin memiliki uang yang bisa di belanjakan sebesar 1 juta rupiah dalam bentuk kartu seperti halnya kartu sim handphone.


Seperti itulah kira-kira nilai uang digital. Dan nilai ini sangat tergantung dengan limit dari penyedia e-money tiap-tiap Bank.


Jadi, admin tidak bisa seenaknya menyetor atau memiliki e-money dengan nilai cukup tinggi karena batasan atau limit dari perbankan.


Nah, media penyimpanan uang elektronik ini tentunya berupa chip atau server yang pastinya, hanya dimiliki oleh anda sebagai nasabah dari Bank penyedia dimana anda mendapatkan uang digital ini.

Ini dia contohnya….

Startusaha
sumber: bankmandiri.co.id

Nah, ini adalah uang bro…

Jangan bingung, ini sama saja dengan lembaran uang dengan nominal yang bervariasi tergantung dari isinya berapa rupiah seperti telah dicontohkan di atas tadi.


Lalu, bagaimana dengan keamanan sistem?


Untuk meyakinkan masalah keamanan pada uang elektronik, kita perlu memahami prinsip serta ruang lingkup penyelenggaraan e-Money tersebut.



Prinsip Serta Ruang Lingkup Penyelenggaraan


Uang elektronik yang telah beredar di Indonesia seperti e-wallet, Flazz BCA dan lain-lain, semuanya di terbitkan atas dasar izin resmi dari Bank Indonesia ( BI )


Jadi, dapat dipastikan e-money ini cukup aman untuk di gunakan masyarakat umum.


Selain dari itu, e-money juga tidak sembarangan di edarkan tanpa memenuhi syarat-syarat berikut yang admin kutip dari Wikipedia.


1. Tidak menimbulkan resiko sitemik. Dalam artian aman dari eror-eror sistem

2. Di edarkan dan di operasikan dengan kondisi keuangan yang stabil.

3. Penguatan perlindungan konsumen yang cukup solid.

4. Bermanfaat untuk bisnis serta meningkatkan perekonomian. Khususnya negara Indonesia.

5. Pencegahan pencucian uang serta pendanaan terorisme.


Cukup menjanjikan keamanan bukan?


Ok, jika sudah cukup paham mengenai uang elektronik alias e-money, anda juga perlu memahami perbedaan dari e-money tersebut.



Lho…

Jadi, e-money itu tidak serta merta sama?



Betul….



Uang tunai berupa elektronik itu memiliki perbedaan khusus.


Mimin akan jelaskan perbedaan mendasar mengenai uang elektronik, namun penjelasannya akan admin bagikan pada postingan terpisah Di Link Ini


Konten yang masih dalam tahap revisi / perencanaan pada postingan berikutnya adalah.



• Perbedaan mendasar uang elektronik

• E-money dan mata uang

• Penggunaan uang digital

• Dan masih banyak lagi


Pastikan pantau terus website ini dan jangan sampai ketinggalan konten terbaru yang mimin bagikan. Makanya, saya selalu menawarkan anda untuk berlangganan / subscribe konten terbaru dengan hanya memasukkan e-mail di bagian footer blog secara gratis.






Related Posts

Comments