Step 2: Teknik Menulis Copywriting Untuk Penjualan Online



startusaha.com – Jangan tegang, biasakan untuk santai lalu duduk manis di depan layar dan ambil secangkir teh manis hangat. Kemudian, pahami baik-baik bagaimana cara menulis copywriting yang mampu menjual produk apapun yang anda jual di internet.



Baik….!

Panduan Ini merupakan seri ke-2 lanjutan postingan minggu kemarin yaitu belajar teknik copywriting dasar. Bagi anda yang belum menyimak postingan awal, sebaiknya Silahkan Baca terlebih dahulu agar mengerti secara rinci dari dasar.


Kemarin telah di jelaskan bahwa agar anda mampu menulis teknik copywriting, maka anda perlu memahami apa yang ada di kepala calon buyer dalam artian calon pembeli.




Memulai Dari Mindset

Coba berfikir dan tanyakan kepada diri sendiri.

Siapa target anda?

Apa sebenarnya permasalahan mereka?

Apa yang mereka butuhkan?


Kemudian salurkan ide cemerlang anda kedalam tulisan sesuai dengan bisnis yang anda kembangkan. Anda tidak akan bisa menulis copywriting yang bagus tanpa mengetahui apa yang ada di pikiran mereka.



Ribet bener min……?


Memang harus seperti itu. Karena copywriter hanya akan menggunakan media teks, maka di sinilah problem utamanya.


Meskipun anda memiliki ribuan template, jika anda tidak memahami hal ini, itu sama saja tidak ada artinya. Selain dari itu, ketika anda terbiasa menulis menggunakan template, nantinya anda akan dibuat kaku serta sulit berkembang.


Tapi tidak demikian dengan cara berfikir ( Mindset ) seorang copywriter. Dengan mengubah mindset copywriter secara terbuka, anda akan mampu menciptakan copy/teks yang bagus.


Dan anda dapat dengan mudah menulis copywriting yang bisa di terapkan ke dalam FB Ads, Landing Page Website, E-mail Marketing, Sales Page, dan masih banyak lagi.




Lalu, bagaimana cara kita mampu membaca pikiran calon konsumen?



Mudah saja, cukup memahami lebih rinci produk atau jasa yang anda tawarkan. Itu sudah cukup untuk bisa mengetahui pola pikir seseorang.



Sekarang kita berasumsi dulu….

Misalnya anda akan memasarkan properti berupa unit rumah secara online.



Pahami baik-baik, umumnya akan ada dua kalangan pembeli. Yang pertama adalah kalangan orang yang memang membutuhkan tempat tinggal, sementara bagian lain adalah kalangan pebisnis yang ingin berinvestasi dengan tujuan untuk di komersial kan kembali.


Dari dua kalangan calon pembeli tersebut, semua tidak sama, beda kelas ekonomi, beda permasalahan, jauh berbanding. Dan anda tidak bisa langsung memasarkan kepada dua kalangan sekaligus. Solusinya adalah membuat copywriting kepada satu kalangan khusus.



Itulah Alasan Anda Harus Memahami Pola Pikir Target




Teknik Menulis Copywriting Tepat Sasaran


Startusaha
startusaha.com


Begini, memang tiap-tiap produk itu ada yang sifatnya di butuhkan oleh semua kalangan.

Contohnya dalam hal makanan dan minuman.



Produk tersebut sifatnya tentu saja di sukai berbagai kalangan. Mulai dari anak muda, pria, wanita, kalangan orang sukses, bahkan seorang pengangguran pun pasti sangat membutuhkannya.


Karena produk tersebut di butuhkan semua kalangan, hati-hati. Jangan membuat copywriting yang menargetkan ke semua orang dengan harapan ingin mendapatkan banyak pembeli.


Nantinya, copywriting yang anda buat malah jadi tidak tepat dan pastinya sama sekali tidak efektif.


Seperti telah di sebutkan diatas tadi, tiap-tiap orang memiliki permasalahan yang berbeda alias tidak sama.


Sekarang kita ambil contoh bagaimana cara menulis copywriting tepat sasaran:



Melakukan Penjualan Seolah Kepada Satu Kalangan.

Coret atau lupakan mereka mereka yang kemungkinan besar tidak akan membeli produk atau jasa yang anda tawarkan.


Anda perlu membuat buyer personal untuk memastikan copy yang anda buat tertarget.


Buyer personal sendiri merupakan perwakilan dari rata-rata orang yang kemungkinan besar akan memerlukan produk yang anda pasarkan.



Contoh:

Misalnya saya memasarkan produk digital Hosting untuk website.


Maka saya akan berfikir.

Siapa yang biasanya membeli Hosting?


Jawabannya adalah…

Semua orang, tapi di dominasi oleh kalangan pria.


Maka saya membuat copywriting yang di targetkan untuk.



>Pria

>Umur: antara 25 / 40

>Pekerjaan: Freelancer, Blogger, Internet Marketer, Programmer dan lain-lain.

>Permasalahan utama: ingin memiliki website yang cepat, support respon developer, harga yang murah, tapi dengan budget terbatas.

>Yang saya sediakan adalah Hosting dengan kapasitas besar, cs yang siap siaga jika ada kendala, serta harga yang terjangkau.



Nah itulah target yang saya bidik. Tapi, itu saja belum cukup untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kemudian saya harus menyesuaikan dengan gaya bahasa mereka sehari-hari.




Jangan Menggunakan Bahasa Kaku


Jangan menjadi robot jika copywriting yang anda buat ingin terlihat menarik.

Meskipun dulu waktu sekolah kita selalu di ajarkan menulis sesuai EYD tata bahasa Indonesia.


Di kehidupan nyata atau di lapangan, siapa yang suka berinteraksi dengan bahasa kaku?

Coba baca screenshot di bawah tentang copywriting. 


Startusaha
Wikipedia

Bagaimana?

Jujur ini membuat saya ngantuk dan terkesan seperti guru pengajar di sekolah yang membosankan.


Selain dari itu, minus lainnya dari tulisan tersebut sama sekali tidak dapat nyawa, alias tidak ada rasanya sama sekali. Karena memang Wikipedia ini menggunakan bahasa istilah kaku sesuai EYD yang sulit di mengerti.


Itulah alasan anda tidak boleh menggunakan bahasa kaku. Tulisan anda nantinya tidak ada rasanya dan tentu hal tersebut akan minim konversi.


Kesalahan menurut saya pribadi, biasanya orang mengartikan kalau bahasa kaku itu sama dengan profesional, padahal faktanya, menggunakan bahasa santai juga profesional bro.



Penutup

Admin pastikan artikel panduan belajar copywriting ini akan terus di kembangkan.


Di panduan berikutnya, akan saya share bagaimana menulis copywriting untuk landing page website. Apa saja kesalahan dalam penulisan, serta bagaimana membuat copy yang mampu mencuri perhatian secara terstruktur.



Related Posts

Comments