Skip to main content

Manajemen Keuangan Pribadi Menuju Perubahan Finansial Anda



startusaha.com – Dari tahun 2019 aja beberapa hari lagi akan berganti menjadi tahun 2020, itu tandanya alam pun mulai berubah secara konsisten dan pasti.

Startusaha
source cigna.co.id


Terkait dengan perubahan, masa iya kita mau begini-begini saja?

Sedangkan keinginan, kebutuhan, umur, itu kan sifatnya terus  bertambah. Contohnya dalam hal gaya hidup sekaligus kebutuhan hidup.


Baru lunas kredit motor, mulai mikirin lagi mau nyicil mobil. Nah, itu kan pertanda menuju perubahan juga. Untuk itu, manajemen keuangan pribadi-nya juga perlu ada perubahan atuh, nggak boleh mentok atau monoton.


Tujuannya adalah tentu saja agar di kemudian hari anda memiliki sejumlah simpanan untuk berbagai macam keperluan jika terjadi hal yang tidak di inginkan.


Siapa tahu kan?
Yang namanya kecelakaan,  kebangkrutan, di pecat atasan, itu datangnya secara tiba-tiba tanpa notifikasi. Jika anda tidak cerdas mengantisipasi, takutnya nanti malah menjadi biang masalah baru.

Makanya, sangat wajib hukumnya untuk mengetahui tentang cara Mengatur Keuangan pribadi, atau hal-hal terkait seputar manajemen financial. Kembali ke topik utama yaitu menuju perubahan finansial.


Mulai Manajemen Pribadi Dulu

Banyak pertanyaan dari lingkungan admin pribadi seperti..

Min, cara me-manage keuangan itu gimana sih?

Min, kasih tips cara mengatur keuangan bulanan dong?

Dan banyak lagi.

Detailnya begini…
7 dari 10 orang saya yakin pasti sudah pada paham bagaimana cara mengatur keuangan.  Yang jadi masalah, sebenarnya lebih condong ke pribadinya masing-masing.


Menurut mimin, materi mengatur keuangan itu cukup simple dan sangat-sangat sederhana.

Seperti..
Penyesuaian pengeluaran dengan pemasukan
Sesuaikan kebutuhan pokok dengan kebutuhan lain
Ambil data keuangan bulanan dan hitung jumlah aset, kemudian sisanya investasikan

Itu saja cukup!
 Tak perlu banyak cingcong.

Mudah kan?
Memang mudah, tapi teramat sulit di praktekan. Itu masalah utamanya.


Makanya, saya rasa bukan keuangan yang harus di atur, pribadi sendiri juga perlu diatur agar anda tidak banyak menye-menye.
Sampai disini perlu admin luruskan, sebelum ke materi utama cara mengatur kesehatan finansial, anda juga harus belajar mengatur diri sendiri terlebih dahulu.


Karena apa, karena yang namanya mengatur uang itu tidak cukup dengan hanya materi saja, tetapi lebih ke pembenahan diri sendiri agar tidak banyak keinginan beli ini beli itu yang kurang begitu diperlukan.
Sekali lagi, mengatur uang sama artinya dengan mengatur hawa nafsu diri sendiri.



Pertanyaannya, bagaimana cara me-manage diri sendiri?
Lanjut…


Strategi Manajemen Diri


1. Disiplin Merubah Gaya Hidup

Ya, anda perlu disiplin agar bisa menyesuaikan finansial. Mulailah untuk mengatur ulang cara anda dalam mengelola keuangan pribadi.

Jadi, sampai disini saya harap cara lama anda mengatur finansial di rubah dengan cara yang baru.

Yang tadinya suka hiburan tiap malam minggu, coba di kurangi aktivitas nya menjadi satu bulan sekali. Atau, yang tadinya habis gajian suka beli baju baru, coba sesekali pikirkan mau sampai kapan mengikuti gaya hidup.

Pokoknya, buang kebiasaan lama lalu mulai dengan daftar kebiasaan baru. Oh iya… jangan lupa sang istri juga perlu diajak runding untuk mengatur keuangan.

Karena riset mimin pribadi, biasanya kaum hawa suka belanja-belanja gitu yang kurang begitu dibutuhkan. Kesukaan kaum hawa itu suka nongkrong di marketplace online.



2. Selalu Ingat Masa Depan

Selalu ingat masa depan, jangan berfikir hidup ini cuma sekali, maka nikmatilah dengan gaya hidup glamor. 

Itu adalah prinsip orang-orang berkarakter misquen.

Jangan ditiru prilaku tersebut. Itu merupakan kesalahan besar yang harus disingkirkan jauh-jauh dari pikiran.

Ingat, waktu terus berdetak maju tak pernah henti. Ini adalah kepastian, suatu hari nanti, setiap orang pasti akan merasakan buah dari akibat.

Ketika anda bisa me-manage diri dengan baik seperti bisa menghemat, maka sebagai buah dari akibatnya anda akan merasakan keuntungan nya. Begitu pula sebaliknya.

Jika anda kurang begitu memikirkan masa depan alias hidup semau gue, maka nantinya anda juga akan merasakan penyesalan atau kerugiannya dari dampaknya.



3. Berfikir Sebelum Bertindak

Ini paling penting…
Berfikirlah sebelum bertindak, khususnya dalam hal pengeluaran uang.

Keberadaan marketplace yang dapat di akses hanya dengan smartphone nyatanya menjadi pemicu utama seseorang menjadi boros.

Jika anda memiliki instrumen transaksi non tunai seperti kartu kredit, e-money dan lain-lain, coba di kontrol pengeluaran per bulannya berapa. Jangan keenakan karena simple, kebiasaan belanja tidak terkontrol inilah yang perlu jadi perhatian.

Jangan sampai ketika mendapatkan penghasilan bulanan atau gajian cuma lewat karena harus membayar tagihan kartu kredit. Banyak kasus seperti ini yang ujungnya menjadi gali lobang tutup lobang.

Ketika sudah terikat dengan gali lobang tutup lobang, hal ini akan menjadi kebiasaan dan menjadi ketergantungan. Imbasnya dapat dipastikan akan kesulitan untuk memulihkan keuangan kembali.

Faktor utamanya adalah tentu saja sumber keuangannya juga tidak bertambah sedangkan pengeluaran, itu lebih besar dibanding pemasukan.

Ujungnya ya begitu, gali lubang tutup lobang serta merembet menjadi-jadi.


Manajemen Finansial

Belum cukup hanya dengan mengatur diri sendiri, anda juga perlu strategi mengatur atau merancang keuangan. Inilah materi utama cara mengatur keuangan.


1. Hitung-hitungan

Anda perlu menghitung seluruh kekayaan yang dimiliki setiap 3 bulan sekali. Tujuannya adalah untuk melihat perkembangan finansial, apakah ada perubahan positif, atau kah sebaliknya.

Umumnya ini biasanya disebut Net Worth. Nah, tugasnya adalah ketahui selisih dari seluruh aset yang anda miliki.

Pisahkan modal utama, hutang-piutang seperti utang kartu kredit, angsuran BPJS, biaya operasi, serta biaya pokok lain, kemudian lihat hasil dari sisa semuanya.

Sisa dari semuanya totalan per bulan adalah bagian dari keuntungan anda selama menjalani usaha dan silahkan investasikan.

Idealnya, hitungan ini dilakukan setiap per 3 bulan sekali. Jika hasilnya memuaskan, itu berarti tak perlu ada perubahan mengatur keuangan.

Namun jika hasilnya malah terperangkap hutang atau monoton, berarti perlu ada perombakan total seperti mengatur dari awal. Anda juga bisa menggunakan software MS Excel untuk menghitung persentase keuangan agar rinciannya jelas.




2. Membuat Daftar Anggaran

Agar tidak keliru, anda perlu membuat daftar anggaran keuangan.

Merencanakan suatu tujuan lebih baik itu harus ada dalam daftar keuangan. Sekalipun dalam skala kecil.

Misalnya…

√ Biaya kebutuhan pokok
√ Biaya uang jajan harian
√ Biaya hari liburan
√ Biaya pendidikan
√ Biaya persalinan
√ Biaya hari tua

Dan banyak lagi keperluan lain yang setidaknya membutuhkan dana.

Semua itu harus ada porsi atau cadangannya masing-masing agar tidak ketimpangan atau mengganggu anggaran lain. Jika anda dapat memisahkan dana di antara banyaknya keperluan, dapat di pastikan bahwa anda tidak akan keteteran mengelola keuangan.


3. Berinvstasi

Berinvestasi merupakan bagian dari mengatur keuangan. Terkait dengan investasi, silahkan akses jenis Investasi Minim Resiko untuk mengatur finansial anda menjadi lebih baik.



4. Start Usaha

Rencanakan, persiapkan, dan silahkan mulai. Start dari sekarang. Jangan menunggu atau menanti-nanti untuk sesuatu yang lebih baik.

Materinya sudah jelas, konsekuensinya juga sudah pada hafal, jadi nggak ada alasan lagi untuk tidak mengusahakannya dari sekarang.



Note

Percaya atau tidak, jika tips yang mimin uraikan diatas di jalani dengan benar, maka sebagai konsekuensinya anda akan mengalami perubahan finansial yang lebih baik serta teratur. Semoga bermanfaat jangan lupa share buat pengguna internet lain.

Comments